Sekitar 100 Orang Mahasiswa Teknik Kelautan Mendapatkan Pelatihan Software Pemetaan: Instruktur dari Perkumpulan Ahli Rekayasa Pantai Indonesia (PARPI)

Selama 3 hari, sejak 29 sampai 31 Mei 2025  mahasiswa Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin mendapatkan pelatihan penggunaan software pemetaan untuk bidang Teknik Kelautan. Data yang digunakan pada pelatihan tersebut adalah data primer yang diukur langsung oleh mahasiswa di Tambak Penidikan Universitas Hasanuddin pada tanggl 23 sampai 25 Mei 2025. Instruktur pada pelatihan tersebut berasal dari anggota Perkumpulan Ahli Rekayasa Pantai Indonesia (PARPI) yakni Arsil, Chofifah dan Misbahulhaq. Harapannya, pelatihan ini mahasiswa akan mendapatkan manfaat selain keterampilan menggunakan software pemetaan dan kegiatan ini dapat dikonversi menjadi Mata Kuliah Penguatan Konpetensi Prodi (MKPK) karena kegiatan melibatkan Asosiasi atau pihak eksternal kampus. Secara total waktu pelatihan secara tatap muka adalah 27 jam. Sedangkan penugasan terstruktur dan penugasan mandiri masing-masing adalah 23 jam. Dengan demikian, total waktu pelaksanaan pelatihan adalah 91 jam atau setara dengan 2 sks.  Setelah pelaksanaan pelatihan selama 3 hari berturut-turut, mahasiswa diwajibkan untuk mengerjakan penugasan terstruktur  dan penugasan mandiri yang diberikan serta dikonsultasikan kepada instruktur. Dengan demikian, setelah mahasiswa melalui serangkaian aktivitas pelatihan baik tatap muka, penugasan terstruktur dan penugasan mandiri, maka mahasiswa mampu melakukan analisis data pasang surut, topografi dan batimetri serta membuat peta kontur yang terstandar. Pengetahuan terkait pemetaan ini akan digunakan oleh mahasiswa di dalam mengerjakan tugas Mata Kuliah Proses Pantai pada Semester 5 dan Tugas Disain Rekayasa Panati dan Pelabuhan pada Semester 6.

Ketua Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Dr. Ir. Chairul Paotonan, bersyukur dan sekaligus menyampaikan terima kasih kepa Ketua Umum Perkumpulan Ahli Rekayasa Pantai Indonesia (PARPI) yang telah memberikan dukungan Sumber Daya Manusia yakni 3 orang instruktur dalam pelatihan tersebut. Kegiatan ini terselenggara sebagai implementasi MoU antara Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin dengan Perkumpulan Ahli Rekayasa Pantai Indonesia Nomor: 21742/UN4.1/HK.07.00/2023 dan Nomor:004/NK/PARPI/IX/2023 yang ditanda tangani pada tanggal 30 September 2023. Paotonan berharap semoga kegiatan seperti ini terus ditingkatkan pada masa-masa yang akan datang.

 

Mahasiswa Prodi Sarjana Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin Melaksanakan Kuliah Lapangan di Tambak Pendidikan Unhas

Salah satu mata kuliah yang mewajibkan mahasiswa untuk melaksanakan praktek lapangan pada Program Studi Teknik Kelautan Fakultas Teknik Unhas adalah mata kuliah Survei dan Pemetaan. Mata kuliah ini disajikan pada semester genap setiap tahun ajaran. Pada tahun ajaran 2024/2025, praktek lapangan dilaksanakan ini Tambak Pendidikan Universitas Hasanuddin di Barru yang dilaksanakan selama 3 hari, mulai tanggal 23 sampai 25 Mei 2025. Mahasiswa berangkat secara kolektif dari Kampus Unhas Tamalanrea menuju Barru pada Jumat, 23 Mei 2025 dan didampingi oleh dosen pendamping yang sekaligus dosen pengampuh mata kuliah yakni Dr. Ir. Chairul Paotonan, ST., MT., Ir. Sabaruddin Rahman, ST., MT., Ph.D, dan Andi Mega Mustika, ST., MT. Selain dosen pengampuh mata kuliah juga turut data 2 orang asisten, yaitu Arsil dan Misbahulhaq. Seorang dosen pengampuh mata kuliah menyusul ke Barru pada hari kedua, yaitu Dr.Eng. Achmad Yasir Baeda, ST., MT.

Pelaksanaan praktek lapangan kali ini disuport oleh pihak rektorat Universitas Hasanuddin seperti bantuan mobil (termasuk BBM dan sopir) serta tempat tinggal di lokasi praktek. Fasilitas tersebut semua ditanggung oleh Direktorat Logistik melalui arahan dari Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan dan Bisnis Universitas Hasanuddin. Setiap tahun praktek lapangan dilaksanakan. Namun data yang diperoleh hanya sebatas pemenuhan tugas kuliah. Padahal data yang diperoleh adalah data rill melalui pengukuran langsung (primer) di lapangan yang melibatkan sumberdaya yang tidak sedikit. Oleh sebab itu pada praktek lapangan kali ini diarahkan agar hasilnya dapat dimanfaatkan selain untuk memenuhi tugas mata kuliah, namun lebih BERDAMPAK baik secara internal Unhas maupun ekstenal. Selaku salah satu dosen pengampuh mata kuliah, Dr. Ir. Chairul Paotonan, ST., MT., menyampaikan bahwa praktek kali ini benar-benar dilaksanakan sebagaimana layaknya survei untuk sebuah proyek nyata. Data yang diperoleh juga akan dianaslisis secara mendalam dan komprehensif oleh mahasiswa bersama-sama dengan dosen pengampuh mata kuliah. Hal ini dimaksudkan agar dokumen hasil survei dalam bentuk laporan dan peta dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh pimpinan Universitas Hasanuddin dalam membuat perencanaan pengembangan Tambak Pendidikan dan potensi bisnis lainnya di lokasi tambak tersebut.

Pada praktek lapangan tersebut, mahasiswa melakukan beberapa survei dan pengukuran lapangan, yakni survei topografi, survei batimetri, survei pasang surut, survei arus laut, dan sampling sedimen dasar dan melayang. Data yang diperoleh pada survei lapangan akan dianalisis setelah mahasiswa sampai di kampus. Sebagai tindak lanjut dari praktek lapangan, maka akan dilaksanakan pelatihan Penggunaan Software Pemetaan untuk membantu mahasiswa dalam menyelesaikan tuga yang diberikan oleh dosen.      

Chairul Paotonan selaku Ketua Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas menyampaikan terima kasih kepada Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan dan Bisnis, Prof. Dr. Eng. Adi Maulana, S.T., Direktur Pengembangan Usaha dan Pemanfaatan Aset , Dr. Ir. Syahriadi K, M.Si., dan Direktorat Logistik, Fadly Rivai, S.E., M.Si., serta seluruh pihak yang telah membantu sehingga pelaksanaan kuliah lapangan mahasiswa Program Sarjana Teknik Kelautan dapat terlaksana dan selesai dengan baik.

 

 

Dr. Ir. Chairul Paotonan, ST., MT., Kembali Menahkodai Departemen Teknik Kelautan FT Unhas Periode 2025/2029 sebagai Pengemban Amanah Tugas Tambahan

Secara administratif, masa jabatan Ketua Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Periode 2021/2025 berakhir pada tanggal 19 Mei 2021 sesuai SK Rektor Unhas tentang Pengangkatan Ketua Departemen Teknik Kelautan Nomor: 2906/UN4.1/KEP/2021 tanggal 5 Mei 2021. Oleh sebab itu, pada tanggal 16 April 2025 dilakukan pemilihan Ketua Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Unhas dan ditetapkan secara aklamasi Dr. Ir. Chairul Paotonan, ST., MT., melanjutkan untuk memimpin departemen yang satu-satunya program studi terakreditasi  internasional IABEE penuh (full accreditate) di Fakultas Teknik Unhas, hingga pemberitaan ini.   Berdasakan hasil pemilihan secara aklamasi di tingkat departemen, selanjutnya disampaikan ke Dekan Fakultas Teknik untuk diproses lebih lanjut. Sebagai persyaratan pengusulan ke Rektor Universitas Hasanuddin, maka calon Ketua Departemen mendapatkan pertimbangan dan persetujuan di Senat Fakultas Teknik yang dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2025. Setelah mendapatkan pertimbangan dan persetujuan  oleh Anggota Senat Fakultas Teknik Unhas, selanjutnya pada tanggal 15 Mei 2025 Chairul dilantik sebagai Ketua Departemen Teknik Kelautan FT Unhas untuk periode yang kedua atau Periode 2025/2029.

Mahasiswa dan Dosen Teknik Kelautan Melaksanakan Pengabdian Masyarakat di Pulau Badi Desa Mattiro Deceng, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan.

Salah satu program Rutin tahunan Himpunan Mahasiswa Teknik Kelautan Fakultas Teknik Unhas (HMTK FT-UH) adalah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diberi nama Coastal (Clean Up Our OceanSave Environmental). Pada kegiatan tersebut mahasiswa didampingi oleh Sekertaris Kemahasiswaan Departemen Teknik Kelautan, Dr. Ir. Ashury, ST., MT. Kegiatan pengabdian di tahun ini diberi nama COASTAL 2025 dan dilakasnakan pada hari Jumat, tanggal 2 Mei 2025 di Pulau Badi Desa Mattiro Deceng, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan. COASTAL 2025 merupakan bentuk nyata dari pengabdian masyarakat serta komitmen HMTK FT-UH dalam menjaga dan melestarikan ekosistem laut juga lingkungan pesisir, dengan rangkaian kegiatan meliputi:

  1. Sosialisasi Kesehatan terkait penyakit diabetes dan hipertensi kepada masyarakat pesisir mengenai  gejala dan langkah langkah dalam hal mencegah serta mengatasi penyakit diabetes dan hipertensi.
  2. Aksi transplantasi koral sebagai upaya dalam hal menjaga dan melestarikan ekosistem bawah laut.
  3. Aksi Bersih Pantai, yaitu pembersihan sampah anorganik yang berada di sekitar pesisir desa Mattiro Deceng
  4. Pemasangan Masterplan dan Cipta Karya yang berfungsi sebagai simbol pengembangan dan pengenalan tentang gambaran Pulau Badi Desa Mattiro Deceng

Dalam kegiatan ini, dihadiri oleh dosen pendamping, anggota HMTK FT-UH, masyarakat setempat, serta pihak lain yang mendukung pelestarian lingkungan laut. Kegiatan berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar.

 

 

Mahasiswa Teknik Kelautan Unhas Memasarkan Produk dari Mata Kuliah Kewirausahaanya

Salah satu mata kuliah yang mengajarkan mahasiswa sejak dini tentang bagaimana berwirausaha adalah Mata Kuliah Kewirausahaan. Mata Kuliah ini diampuh oleh Ir. Juswan, MT., dan Dr.Ir. Ashury, ST., MT. Kedua dosen pengampuh mata kuliah tersebut adalah akademisi sekaligus praktisisi di bidang kewirausahaan. Awal-awal minggu perkulihan, mahasiswa dan dosen melaksanakan perkuliahan di kelas. Selanjutnya dari teori yang telah diajarkan, mahasiswa diberikan tugas untuk membuat produk untuk dipasarkan. Semester kali ini, rata-rata produk yang dihasilkan oleh mahasiswa adalah makanan ringan dan buah tangan lainnya. Produk mahasiswa tersebut selanjutnya dipasarkan pada Bazar Kewirausahaan yang dilaksanakan di Coffee Talk Space, Jl. Emmy Saelan No. 156, Makassar pada tanggal 10 Mei 2025.

Coffee Talk Space dipilih karena coffee ini sering melayani kegiatan kemahasiswaan dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Pada bazar kali ini berhasil terjual seluruh produk yang dihasilkan oleh mahasiswa. Hasil karya mahasiswa langsung dinilai oleh dosen pengampuh mata kuliah yang didampingi oleh Ketua Departemen Teknik Kelautan Dr. Ir. Chairul Paotonan, ST., MT., dan salah seorang dosen senior, Dr.Ir. Taufiqur Rachman, ST., MT. Ketua departemen menyampaikan apresiasinya kepada dosen pengampuh mata kuliah dan mahasiswa yang telah melaksanakan bazar kewirausahaan yang memasarkan hasil karyanya melalui mata kuliah kewirausahaan. Kegiatan ini adalah bukti nyata bahwa Departemen Teknik Kelautan telah menerapkan proses perkuliahan berbasisi projek dan kasus, papar Chairul.

 

Late Posted: Ketua Departemen Teknik Kelautan UNHAS sebagai Narasumber dalam Kuliah Tamu dan Diskusi Panel dengan Tema “Peran Pengembangan Seaplane dalam Mendukung Konektivitas antar Pulau di Sulawesi Selatan”

Seaplane adalah pesawat udara yang beroperasi pada ketinggian rendah dan jarak tempuh pendek serta dapat landing di air, baik di laut, sungai maupun danau. Sarana transportasi ini cocok untuk menghubungan pulau yang relative jauh dari daratan besar seperti pulau-pulau di Kabupaten Pangkajene dan Kabupaten Selayar di Sulawesi Selatan. Sehubungan dengan itu, maka Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Program Studi Magister Transportasi Universitas Hasanuddin dan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Cabang Sulawesi Selatan melaksanakan Kuliah Tamu dan Diskusi Panel dengan Tema “Peran Pengembangan Seaplane dalam Mendukung Konektivitas antar Pulau di Sulawesi Selatan” yang dilaksanakan pada hari Kamis, 24 April 2025 di Gedung Pascasarjana Universitas Hasanuddin. Pada diskusi panel tersebut melibatkan 3 narasumber diantaranya Wakil Bupati Pangkajene Kepualauan, Drs. H. Abd. Rahman Assagaf, M.IKOM., Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Utama Makassar, Capt. Sahattua P. Simatupang, M.M., MH., CGAE., dan Ketua Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Dr. Ir. Chairul Paotonan, ST., MT.

Kuliah Tamu dan Diskusi Panel tersebut dilaksanakan secara hybrid dan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Pascasarjana Universitas Hasanuddin, Prof. dr. Budu, Ph.D., Sp.M (K)., M.MedEd. Bertindak sebagai Penanggap dalam diskusi tersebut adalah pakar Transportasi Laut dari Universitas Hasanuddin, Dr. Ir. Ganding Sitepu., Dipl.Ing., dan Dr. Qadriathi Dg. Bau, ST., M.Si., M.Pd, pakar transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia Sulawesi Selatan yang juga adalah dosen Universitas Negeri Makassar. Peserta kuliah dan diskusi panel adalah mahasiswa Program Studi Sarjana Teknik Kelautan, Program Studi Magister, dan Program Studi Doktor di Universitas Hasanuddin. Turut pula hadir perwakilan dari Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan, SKPD terkait dari Kabupaten Pangkep dan Wakil dari Dinas Perhubungan Selayar.

Capt. Sahattua menyambut baik dan mendukung penuh adanya rencana Provinsi Sulawesi Selatan untuk mengoperasikan Seaplane di Sulawesi Selatan dan bersedia untuk menjadikan Perairan Pelabuhan Utama Makassar sebagai Main Waterbase. Drs. H. Abd. Rahman Assagaf, M.IKOM., menyampaikan bahwa Kabupaten dengan jumlah pulau terbanyak di Sulawesi Selatan adalah Kabupaten Pangkep. Untuk menjangkau pulau-pulau tersebut membutuhkan waktu yang relative lama. Dengan adanya rencana pengoperasian seaplane ini tentu akan mempersingkat waktu tempuh ke pulau di wilayah Kabupaten Pangkep secara khusus dan Sulawesi Selatan pada level Provinsi. Oleh sebab itu Wakil Bupati Pangkep tersebut menyambut baik dan akan mendukung penuh program dari Pemerintah Provinsi ini. Chairul Paotonan yang merupakan Ketua Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin menyampaikan bahwa pengoperasian seaplane ini perlu didukung oleh semua stakeholders dengan peran masing-masing. Sebagai akademisi, kita akan memberikan sumbangan pemikiran agar program pemerintah ini dapat berjalan dengan baik, aman, kontiniu dan tiidak terlalu membebani keuangan daerah. Program Pemprov Sulsel ini merupakan pengejawantahan ASTACITA Presiden Prabowo-Grbran, sehingga potensial untuk bisa terealisasi. Lebih lanjut Chairul memaparkan bahwa dari segi teknologi relative mudah untuk dikeloala, namun yang perlu menjadi perhatian utama adalah dari sudut pandang finansial untuk operasional seaplane tersebut. Oleh sebab itu beliau menyarankan agara pada tahap awal ini pemerintah menyiapakan dulu segala perangkat yang dibutuhkan seperti regulasi, administrasi dan infrastruktur pendukungnya. Seaplane ini akan sangat membantu pemerintah dalam hal keadaan darurat seperti bencana, pelayanan Kesehatan, dan pelayanan pemerintah lainnya. Sedangkan dari aspek bisnis tentu akan akan sangat mendukung dalam pengembangan bisnis wisata di pulau dan bisnis perikanan terutama untuk ikan yang bernilai tinggi dan membutuhkan waktu pengiriman yang cepat.

Sosialisaikan Program Studi S2, Departemen Teknik Kelautan Berkunjung PT. Pelindo Regional IV Makassar

Dalam rangka memperkenalkan Program Magister (S2) Teknik Kelautan, maka Departemen Teknik Keluatan Fakultas Teknik Unhas melakukan kunjungan ke PT. Pelindo Regional IV, Makassar. Kunjungan tersebut dilakukan oleh Ketua Departemen, Dr. Ir. Chairul Paotonan, ST., MT., dan Sekertaris Kemahasiswaan Dr. Ir. Ashury Djamaluddin, ST., MT., serta salah seorang mahasiswa S2 Teknik Kelautan yaitu Chofifah Datu Bulawan, ST. Tim dari Departemen Teknik Kelautan Unhas tersebut, diterima oleh Kepala Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) PT. Pelindo Regional IV Makassar, Bapak Rinto Saiful. Dalam sambutannya, pak Rinto sapaan akrab dari Kepala Divisi SDM tersebut menyambut baik adanya sosialisasi yang dilakukan oleh Departemen Teknik Kelautan. Beliau juga menambahkan bahwa saat ini sedang berproses drafting Nota Kesepahaman antara Universitas Hasanuddi dengan PT. Pelindo Regional IV yang akan menjadi payung hukum kerjasama antara Unhas dengan PT. Pelindo. Kepada Divisi SDM terbut juga menambahkan, bahwa pihaknya akan mempelajari regulasi yang mengatur adanya bantuan lanjut studi bagi karyawan PT. Pelindo dan semoga ada peluang untuk memfasilitasi merekan yang akan lanjut studi paparnya.

Sementara itu, Dr. Ir. Chairul Paotonan menyampaikan ucapan terima kasih yang tinggi atas penerimaan PT. Pelindo yang sangat baik kepada Tim dari Teknik Kelautan. Ketua Departemen Teknik Kelautan tersebut menyampaikan bahwa dasar kunjungan ke PT. Pelindo adalah karena kompetensi lulusan S1 dan S2 Teknik Kelautan sangat dibutuhkan untuk bekerja di Perusahaan BUMN tersebut. Dosen Departemen Teknik Kelautan selama ini telah menjalin kerjasama dengan PT. Pelindo dan Kementerian Perhubungan secara khusus dalam studi dan desain kepelabuhanan paparnya. Oleh sebab itu Chairul  berharap semoga ada karyawan PT. Pelindo yang melanjutkan studi ke Program Stuudi S2 Teknik Kelautan. Pengelola prodi akan berusaha semaksimal mungkin agar mahasiswa bisa menyelesaikan kuliahnya dalam kurun waktu 3 semesster sesuai dengan yang ditargetkan dalam kurikulum. Sebagai penutup, Chairul menyampaikan bahwa untuk karyawan PT. Pelindo, dapat mengambil konsentrasi Rekayasa Kepelabuhanan atau Manajemen Keplabuhanan pada Program Magister Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin.

Teknik Kelautan Unhas Gelar Seminar Nasional Sains dan Teknologi Kelautan ke-7

Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menggelar Seminar Nasional Sains dan Teknologi Kelautan (Sensistek) ketujuh pada Kamis, 26 September 2024. Acara berlangsung di Gedung CSA Lecture Theater 1, Fakultas Teknik Unhas. Sensistek, yang dimulai sejak tahun 2018, sempat terhenti beberapa tahun akibat pandemi COVID-19. Namun, setelah situasi membaik, kegiatan ini kembali diselenggarakan secara rutin setiap tahun.

Tema yang diangkat tahun ini adalah “Pemanfaatan Potensi Wilayah Pesisir dan Teknologi Pesisir dan Laut Berbasis Integrated Coastal Ocean Zone Management”. Seminar ini menghadirkan tiga narasumber ahli dari berbagai latar belakang:

  1. Prof. Ir. Andoyo Wurianto, M.CE., Ph.D. (Dosen Teknik Pantai ITB)
  2. Permana Yudiarso, S.T., M.T. (Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Kota Makassar)
  3. Ir. Firmansyah Arifin, S.T., MBA., IPM. (Vice President MarketingCommercial PT Pertamina Drilling Service Indonesia)

Dekan Fakultas Teknik Unhas, Prof. Dr. Ir. Muhammad Isran Ramli, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan seminar ini. Beliau berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut, mengeksplorasi isu-isu terkini di bidang kelautan, dan menjadi ajang untuk meningkatkan kemitraan antara universitas, pemerintah, dan industri.

Prof. Andoyo Wurianto dalam presentasinya membahas isu air baku di pantai yang relevan untuk kota besar seperti Makassar, termasuk konsep waduk pantai yang bisa diterapkan. Sementara itu, Permana Yudiarso mengajak mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu untuk berkolaborasi dalam menjaga kesehatan laut dan meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir. Ir. Firmansyah Arifin memaparkan peran industri dalam kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas di Indonesia, dengan tetap memperhatikan aspek-aspek lingkungan dan keselamatan.

Seminar ini juga menjadi wadah untuk mengumpulkan artikel-artikel terkait teknologi kemaritiman, manajemen sumber daya pesisir dan laut, serta kebijakan dan hukum maritim. Artikel-artikel terpilih akan dipublikasikan dalam beberapa jurnal, dengan harapan akan lahir jurnal bertaraf internasional dari Departemen Teknik Kelautan Unhas.

Dengan penyelenggaraan Sensistek ini, Universitas Hasanuddin terus berkomitmen untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kelautan, serta mendorong kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan industri demi pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir dan pulau-pulau di Indonesia.

Konsorsium Teknik Kelautan Indonesia: Langkah Maju Menuju Inovasi dan Kolaborasi

Bandung- Dalam suasana yang penuh semangat kolaborasi, rapat tahunan Konsorsium Teknik Kelautan Indonesia baru-baru ini diadakan dengan dihadiri oleh perwakilan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Hasanuddin (UNHAS), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sumatera (ITERA), dan Institut Teknologi Kalimantan (ITK). Pertemuan penting ini menghasilkan serangkaian rekomendasi strategis yang akan membawa perubahan signifikan dalam dunia teknik kelautan di Indonesia.

Rekomendasi yang dihasilkan mencakup lima poin utama yang dirancang untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas penelitian serta pendidikan dalam bidang teknik kelautan. Pertama, konsorsium berencana untuk mengupayakan proposal penelitian bersama yang akan memperkuat kerjasama antaruniversitas dan memaksimalkan potensi riset. Kedua, pengembangan kurikulum konsorsium yang terintegrasi akan memastikan bahwa mahasiswa mendapatkan pendidikan yang komprehensif dan relevan dengan kebutuhan industri.

Ketiga, konsorsium akan memperluas kerjasama dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Bidang Keahlian (BK) Teknik Kelautan, yang akan membuka lebih banyak peluang bagi para insinyur muda untuk terlibat dalam proyek-proyek inovatif. Keempat, rencana untuk menambah anggota baru pada tahun 2028 menunjukkan visi jangka panjang konsorsium untuk inklusivitas dan pertumbuhan. Terakhir, konsorsium akan menyurat ke Kementerian dan badan terkait untuk mengusulkan agar alumni teknik kelautan dimasukkan dalam nomenklatur penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), sebuah langkah yang akan memberikan pengakuan yang lebih besar terhadap keahlian dan kontribusi mereka.

Rapat tahunan ini dihadiri dan diwakili oleh tokoh-tokoh penting dalam komunitas teknik kelautan, termasuk Hend Riyawan dari ITB, Chairul Paotonan dari UNHAS, serta perwakilan dari ITERA dan ITK. Keberhasilan rapat ini menandai komitmen bersama untuk memajukan teknik kelautan di Indonesia melalui inovasi, penelitian, dan pendidikan yang berkualitas.

Dengan langkah-langkah ini, Konsorsium Teknik Kelautan Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menjadi pemimpin dalam inovasi kelautan dan menjadi contoh kerjasama antaruniversitas yang produktif. Inisiatif-inisiatif ini tidak hanya akan memperkuat posisi Indonesia dalam teknologi kelautan global tetapi juga akan membuka peluang baru bagi generasi insinyur kelautan yang akan datang.